| schema:text
| - Menyesatkan, Video Warga Palestina Bentrok dengan Otoritas Hamas pada Oktober 2023
Selasa, 24 Oktober 2023 14:20 WIB
Sebuah video beredar di Facebook [arsip] dan Tiktok [arsip] yang diklaim sebagai peristiwa bentrok warga Palestina di Jalur Gaza dengan otoritas Hamas pada 13 Oktober 2023. Video itu memuat logo Viva dengan sejumlah teks bahwa bentrok terjadi sebagai bentuk protes karena pemadaman listrik dan kondisi hidup yang sulit.
Lantas, benarkah video itu adalah peristiwa unjuk rasa warga Palestina pada otoritas Hamas pada Oktober 2023 atau setelah serangan militer Hamas ke Israel?
PEMERIKSAAN FAKTA
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video yang dibagikan tersebut bukanlah tuntutan warga Gaza untuk mengusir Hamas pada Oktober 2023. Video itu adalah peristiwa pada 30 Juli 2023 saat warga Gaza memprotes Hamas yang telah memotong dana bantuan untuk masyarakat miskin.
Tempo menelusuri konten tersebut dengan terlebih dahulu memfragmentasi video menjadi gambar menggunakan tool InVID, lalu gambar hasil fragmentasi ditelusuri dengan menggunakan tools Yandex Image.
Video aslinya pernah dimuat di kanal YouTube Viva, yakni tentang aksi protes warga Gaza pada Minggu 30 Juli 2023. Protes ini dilakukan karena Hamas memotong dana bantuan untuk keluarga miskin yang diberikan oleh negara Qatar.
Associated Press melaporkan aksi protes ribuan warga Gaza tersebut dilakukan pada hari minggu 30 Juli 2023 di Kota Gaza, kota selatan Khan Younis. Ribuan warga memprotes beberapa kebijakan pemerintah Hamas seperti pemadaman listrik, kehidupan ekonomi yang sulit hingga pemotongan biaya sekitar USD 15 dari tunjangan bulanan sebesar USD 100 yang diberikan kepada keluarga miskin di Gaza oleh negara Qatar.
Dilansir situs berita Republika, aksi demonstrasi warga gaza itu berlangsung tidak lama, setelah pasukan keamanan Hamas dengan cepat membubarkan aksi protes itu. Berselang beberapa waktu, polisi kemudian ikut membubarkan aksi protes tersebut.
Dikutip dari CNN Indonesia, pemandangan demonstrasi memprotes Hamas menjadi peristiwa sangat langka di Jalur Gaza. Hamas memang memimpin Jalur Gaza dengan tangan besi, melarang demonstrasi hingga meredam berbagai gestur yang menentang mereka.
Hamas pertama kali merebut kendali Jalur Gaza dari pasukan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, pada 2007 silam. Tak lama setelah itu, Israel dan Mesir langsung memblokade Jalur Gaza agar Hamas tak dapat meningkatkan kemampuan militernya.
Blokade ini memukul perekonomian Jalur Gaza, memicu pengangguran hingga pemadaman listrik yang sangat sering terjadi. Kondisi kian parah ketika gelombang panas menghantam kawasan itu. Di tengah cuaca panas, warga rata-rata hanya menerima aliran listrik 4-6 jam per hari karena begitu banyak permintaan.
KESIMPULAN
Hasil pemeriksaan fakta Tempo, klaim bentrok antara warga Palestina di Gaza dengan otoritas Hamas adalah menyesatkan.
Video tersebut merupakan aksi protes warga Gaza pada Minggu 30 Juli 2023 pagi yang memprotes kebijakan pemerintah Hamas, salah satunya adalah penarikan atau pemotongan dana bantuan untuk keluarga miskin yang diberikan negara Qatar. Aksi tersebut tidak berkaitan dengan tuntutan warga Gaza yang meminta Hamas keluar Palestina.
TIM CEK FAKTA TEMPO
** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]
|